Tesis

Penentuan dini prolaps organ panggul berdasarkan keluhan dengan menggunakan kuesioner Pelvic Floor Distress Inventory (PFDI-20) = Early determination of pelvic organ prolaps based on complaints by using the Pelvic Floor Distress Inventory (PFDI-20) questionnaire.

LATAR BELAKANG. Prolaps organ panggul menimbulkan keluhan kelemahan dasar panggul yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita. Prolaps organ urogenital dialami oleh 30-50% wanita yang berusia 20-59 tahun. Penanganan yang tepat dan dini untuk mengatasi gangguan tersebut menjadi salah satu upaya efektif. Untuk dapat melakukan penanganan dini maka diperlukan pengenalan awal terhadap penilaian prolaps organ panggul dengan keluhan minimal pada pasien. Sebelumnya studi yang dilakukan pada 296 wanita usia diatas 40 tahun, didapatkan penurunan vagina 0,5 cm di bawah himen dapat memprediksi secara akurat gejala penonjolan atau penurunan organ. Di Indonesia belum terdapat penelitian mengenai ambang batas prolaps organ panggul yang dapat memperkirakan munculnya keluhan kelemahan dasar panggul. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan ambang batas timbulnya keluhan kelemahan dasar panggul, diketahuinya prevalensi kasus POP di RSCM dan diketahuinya sensitifitas dan spesifisitas kuesioner PFDI-20 dalam menilai keluhan POP. METODE. Penelitian ini merupakan suatu studi potong lintang. Data diambil dari pemeriksaan langsung (POP-Q) dan wawancara (kuesioner PFDI-20). Dilakukan di Poli ginekologi dan uroginekologi RSCM sejak bulan Juli 2017 hingga November 2017. HASIL. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa dari 385 orang subyek penelitian didapat 13% mengalami prolaps organ panggul dengan proporsi masing-masing 11.2% mengalami prolaps uteri, 12.3% sistokel, dan 11.7% mengalami rektokel. Uji validitas dengan Pearson test dan reliabilitas dari kuesioner PFDI-20 menunjukan hasil valid dan reliabel. Penurunan sejauh 2.5 cm diatas himen (yaitu prolapse derajat 1) sudah bisa menimbulkan keluhan penurunan organ panggul. Sedangkan untuk komponen keluhan pada kuesioner didapat PDFI-16 (AUC 0.828 – 0.860, IK 95%) dan PFDI-19 (AUC 0.831 - 0.854, IK 95%) yaitu keluhan sulit menahan kemih dan sulit berkemih dianggap sebagai keluhan penurunan organ panggul yang lebih dini dirasakan oleh subyek penelitian. KESIMPULAN. Kuesioner PFDI-20 dapat digunakan sebagai skrining keluhan prolaps organ panggul. Ambang batas prolaps organ panggul yaitu jarak 2,5 cm diatas himen (didalam vagina) mulai menunjukkan adanya keluhan.
Kata Kunci. Prolaps organ panggul, prolaps uteri, sistokel, rektokel.


BACKGROUND. Prolaps of pelvic organs lead to complaints of pelvic floor weakness that may affect a woman's quality of life. Urogenital organ prolapse is experienced by 30-50% of women aged 20-59 years. Proper treatment and early diagnosis of these disorders become one of effective efforts. To be able to perform early treatment is required early recognition of the assessment of pelvic organ prolapse with minimal complaints in patients. Previous studies conducted on 296 women over the age of 40 years, resulted a 0.5 cm vaginal protruded under the hymen can accurately predict symptoms of protrusion or prolapse of pelvic organ. In Indonesia there has been no research on pelvic organ prolapse thresholds that can estimate complaints of pelvic floor weakness. This study is aim to reveal of pelvic organ prolapse thresholds that can estimate complains of pelvic floor weakness, the prevalence of POP cases in RSCM and the sensitivity and specificity of PFDI-20 questionnare in assessing POP complaints. METHOD. This study is a cross sectional study. Data was taken from direct examination (POP-Q) and interview (PFDI-20 questionnaire). Performed in the Gynecology and Urogynecology outpatient clinic at Cipto Mangunkusumo Hospital from July 2017 to November 2017 RESULTS. From 385 subjects, 13% had pelvic organ prolapse with proportion of 11.2% having uterine prolapse, 12.3% cystocele, and 11.7% had rectocele. Validity test with Pearson test and reliability of PFDI-20 questionnaire showed valid and reliable results. A decrease of 2.5 cm above the hymen (ie 1 st degree of prolapse) can lead to early complaints of pelvic organ descent. As for the complaint component of the questionnaire revealed that PDFI-16 (AUC 0.828 - 0.860, 95% IK) and PFDI-19 (AUC 0.831 - 0.854, 95% IK), that is difficult to resist urinary complaints and difficult in micturition, is considered an early complaint of pelvic organ felt by subjects. CONCLUSION. The PFDI-20 questionnaire can be used as a screening for pelvic organ prolapse complaints. The pelvic organ pelvic prolapse threshold of 2.5 cm above the hymen (inside the vagina) begins to show a complaint.
Keywords. Pelvic organ prolapse, uterine prolapse, cystocele, rectocele

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2018
Pengarang

Indah Kurniawati - Nama Orang
Budi Iman Santoso - Nama Orang

No. Panggil
T18224fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Obstetri dan Ginekologi.,
Deskripsi Fisik
xiv, 70 hal; ill; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T18224fk
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
T18224fkT18224fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Penentuan dini prolaps organ panggul berdasarkan keluhan dengan menggunakan kuesioner Pelvic Floor Distress Inventory (PFDI-20) = Early determination of pelvic organ prolaps based on complaints by using the Pelvic Floor Distress Inventory (PFDI-20) questionnaire.

Related Collection